Kamis, 23 Januari 2014

Anak Kurus Tak Mau Sayur dan Buah

TANYA :
Ibu Sari, saya mempunyai seorang keponakan berusia 7 tahun 2 bulan. Berat badannya saat ini hanya 20 kilogram dengan tinggi badan 122 cm. Saya merasa dia sangat kurus sekali.  Anaknya sangat aktif dan susah diam. Sulit jika disuruh makan. Dia juga tidak doyan sayur dan buah. Tidak doyan dalam artian benar-benar tidak doyan, karena baru mencium baunya saja dia bisa langsung muntah.
Bahkan jus buah yang manis pun dia tidak mau. Jadi hampir setiap hari ia hanya mau makan dengan lauk telur, ayam goreng dan mie saja, tidak mau yang lain (sup, tahu, tempe, ikan) meski mamanya selalu berusaha membuat variasi dengan bahan-bahan tersebut. Terus terang, saya dan mamanya sangat khawatir dengan itu. Padahal susu dan vitamin juga rutin dia minum. Bagaimana caranya agar keponakan saya itu mau makan dengan lauk yang lain dan juga doyan sayur mayur dan buah-buahan, Bu? Mohon diberikan solusi. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
(Aina, 25, Solo)

JAWAB :

Ibu Aina yang baik, 

Berdasarkan angka kecukupan gizi bagi orang Indonesia, rata-rata anak usia 7-9 tahun memiliki berat badan normal 25 kg dan tinggi badan 120 cm. Keponakan ibu usia 7 tahun 2 bulan, berdasarkan berat badan terhadap umur, saat ini termasuk berat badan kurang. Untuk tingginya, termasuk normal sehingga nampak kurus sekali.

Yang harus ibu lakukan untuk mengejar pertambahan berat badan keponakan ibu adalah memastikan kebutuhan energi dan nutrisinya terpenuhi. Kebutuhan gizi ananda adalah adalah sebagai berikut :
•    Energi: 1.800 kkal
•    Protein: 45 gram
•    Kalsium 600 mg
•    Zat besi 10 mg

Panduan pemberian makan memperhatikan: 3 J dan 1 A yaitu:
•    Jumlah: porsi sesuai kebutuhan tubuh anak
•    Jenis: konsumsilah bervariasi makanan (nasi/roti, sayur, buah, lauk pauk (hewani dan nabati) serta susu)
•    Jadwal: 3 kali makan besar dan 2-3 kali makan camilan sehat
•    Aman; tidak mengkonsumsi pewarna buatan, tidak basi, tidak kadaluarsa

Catatan: 
•    Kebiasaan makan dibentuk sejak ananda belajar makan padat pertamanya diusia 6 bulan-12 bulan, yang dilanjutkan dengan pengenalan bervariasi makanan diusia balita hingga dewasa.
•    Diperlukan usaha dan kesabaran untuk memulai memperkenalkan kembali bervariasi makanan terutama buah dan sayuran. Anak perlu waktu untuk mengingat dan menyukai rasa makanan hingga dibutuhkan usaha beberapa kali untuk mau dan terus mencoba hingga merasa terbiasa dan menyukainya. 
•    Di saat waktu luang, perkenalkan ananda pada sayuran dan buah dengan belajar melalui buku atau belajar langsung ketika berada di pasar/supermarket atau ditukang sayur atau ketika ibu memasak kemudian jelaskan guna dan pentingnya sayuran dan buah untuk tubuhnya.

TIPS
•    Pilih bervariasi buah matang (pepaya, manga, melon, pisang, alpukat, semangka, jeruk)-potong kecil-kecil, bisa ditambahkan jeli atau agar-agar dan sedikit gula pasir; dapat disajikan dalam bentuk juice atau selada buah yang ditambah keju dan susu manis.
•    Pilih sayuran berwarna terang dan padat (wortel/brokoli/sawi/labu kuning, bunga kol, buncis muda, bayam) dipotong kecil-kecil ditambahkan pada mie atau lauk kesukaannya. 
•    Ajak anak makan bersama keluarga. Makan bersama dalam suasana nyaman dan menyenangkan, beri contoh anak dengan menerapkan makan yang sehat dan bervariasi juga untuk orang tuanya. Orang tua atau orang yang makan bersamanya harus memberikan contoh dengan makan dan menikmati sayuran dan buah yang dihidangkan.  
•    Terapkan jadual makan yaitu 3 kali makan besar dan 3 kali snack sehat atau camilan. Jangan berikan camilan, susu atau juice dekat dengan waktu makan. 
•    Tidak mencemooh atau memarahi bila anak makan masih belum mau makan buah dan sayuran. Hormati anak bila dia tidak ingin makan dan usahakan lagi diperkenalkan pada pada waktu makan berikutnya.

Nutrisi yang dibutuhkan
•    Karbohidrat: nasi/roti/mie/kentang/pasta untuk zat tenaga dan memberi rasa kenyang 

•    Protein: lauk hewani (telur, ikan, daging sapi, ayam/bebek, susu sapi); lauk nabati ( tempe, tahu, kacang hijau, kacang merah, kacang kedele, susu kedele) untuk zat pertumbuhan, antibodi dan daya tahan tubuh 

•    Vitamin dan mineral: buah-buahan matang dan sayuran berwarna terang sebagai zat pengatur dan pelindung serta sumber serat

•    Lemak: minyak, susu, keju untuk zat tenaga, pelarut Vitamin A,D,E,K dan menambah rasa makanan

Jumlah porsi yang dianjurkan dalam sehari untuk ananda :
•    Nasi lunak: 3 piring (1 piring  kira-kira 12 sdm)
•    Lauk hewani : 3 porsi (ukuran per porsi daging, ayam, ikan kurang lebih sebesar kotak korek api)  telur ayam perporsi 1 butir
•    Lauk nabati: 1 porsi (1 mangkok sedang bubur kacang hijau ) atau tahu 2 potong sedang
•    Sayur : 2 porsi  atau 2 mangkuk sedang –potong kecil-kecil
•    Buah : 2 porsi contoh 1 jeruk sedang dan setengah mangkok papaya potong; 100 
•    Susu : 3 gelas: @ 200 ml= 400-600 ml
•    Minyak secukupnya untuk menggoreng atau menumis

Contoh menu: Menu anak usia 7 tahun sama dengan menu orang dewasa dengan jumlah porsi susunya yang berbeda
Bangun tidur 06.00: susu 1 gelas 200 ml
Pagi    jam 07.00    : nasi goreng+wortel + telur ceplok: 1piring
Pagi    jam 10.00    : bekal sekolah: roti manis dan susu kotak 200 ml
Siang  jam 12.00    :nasi putih + ayam goreng+ sup sayuran1 mangkok 
Snack jam 15.00    ; jeruk peras 1 gelas atau papaya dan jeli
Snack jam 16.00   :  bubur kacang hijau 1 mangkok
Sore jam 18.00      : nasi putih+ ayam goreng + cah brokoli 
Malam jam 20.00   : susu 1 gelas 200 ml

Catatan:
•    Dianjurkan untuk membuat catatan apa saja yang dimakan ananda dan jumlah porsinya setiap hari kemudian dibandingkan dengan anjuran makan sehari untuk memastikan kebutuhan nutrisinya telah terpenuhi. Dengan memastikan ananda makan dengan porsi yang cukup setiap hari diharapkan berat badannya naik dan tumbuh sehat.

•    Bila ananda tidak mau makan lengkap dan porsinya kurang terus dalam waktu 1 minggu sebaiknya hubungi dokter anak atau ahli gizi terdekat .

Semoga bermanfaat
Salam sehat dan sejahtera

Tidak ada komentar:

Posting Komentar