Minggu, 10 November 2013

Kampanye Antinarkoba, "Be Positif" Bagi-bagi Bunga

Puluhan anak muda Kota Magelang yang tergabung dalam komunitas Be Positif menggelar kampanye Hari Antinarkoba Internasional. Mereka melakukan aksi simpatik dengan membagi-bagi bunga dan stiker antinarkoba bagi para pengendara di kawasan Alun-alun Kota Magelang, Rabu (26/6/2013). 

Sani, salah satu anggota komunitas Be Positif mengatakan bahwa aksi mereka untuk mengingatkan kembali masyarakat tentang bahaya narkoba. 

"Kami ingin mengajak masyarakat, khususnya anak muda Kota Magelang untuk memerangi narkoba. Dampak narkoba sangat berbahaya hingga bisa membunuh dan merusak generasi bangsa," ujar Sani di sela acara, Rabu (26/6/2013). 

Dalam aksi yang rutin digelar setiap tanggal 26 Juni itu mereka bergabung dengan sejumlah perwakilan pelajar se-Kota Magelang dan difasilitasi oleh Pemerintah Kota Magelang melalui Kantor Kesatuan Bangsa Politik Perlindungan Masyarakat (Kesbanpolinmas) Kota Magelang. 

Selain membagi-bagi bunga, mereka sempat tampil bernyanyi dan membaca puisi di hadapan para pejabat setempat serta masyarakat di atas panggung yang berada di alun-alun sebelah utara. 

Komunitas Be Positif sendiri merupakan sekumpulan anak muda yang peduli serta aktif memerangi narkoba dan penularan virus HIV/AIDS. Anggota mereka berasal berbagai macam latar belakang, ada yang merupakan mantan pengguna narkorba, waria, homoseksual, dan sebagainya. 

Komunitas yang berdiri sejak 2009 itu berdedikasi sebagai pendamping bagi lima populasi khusus yang rentan peredaran narkoba dan penularan HIV/AIDS baik di Kota maupun Kabupaten Magelang. Sani menyebutkan, kelima populasi tersebut antara lain laki-laki berisiko tinggi, laki-laki seks laki-laki (homoseksual), waria, wanita pekerja seks, dan para pengguna narkoba jarum suntik (penasun). 

"Kami bertugas mendampingi populasi tersebut dengan memberikan berbagai penyuluhan, selalu mengajak mereka memakai jarum suntik yang baru, lalu tidak membuang jarum suntik bekas sembarangan, membagi-bagikan kondom, dan lain sebagainya," ujar Sani. 

Dari kelima populasi itu, imbuh Sani, populasi penasun dinilai paling sulit diajak bersosialisasi. Populasi tersebut dinilai masih sensitif dan masih banyak yang beranggapan salah tentang ajakan komunitas Be Positif. 

"Mereka masih sensitif, mereka takut dilaporkan polisi, padahal intinya kita hanya ingin mengajak mereka hidup bersih, dan perlahan-lahan mengajak mereka untuk berhenti dari narkoba," ungkap Sani. 

Menurut Sani, setiap anggota mempunyai tugas masing-masing sebagai petugas lapangan di setiap populasi. Setiap petugas lapangan tersebut juga dipilih anggota yang sudah tahu betul kondisi populasi. 

Biasanya, kata Sani, petugas lapangan adalah mantan populasi itu atau saat ini masih menjadi bagian dari populasi, tetapi sudah bersih. 

"Ini untuk mempermudah kami bersosialisasi, misalnya anggota kami yang waria maka dia menjadi petugas lapangan waria. Dia bertugas berkampanye atau mendampingi para waria," jelas Sani yang merupakan petugas lapangan untuk populasi homoseksual. 

Vian, salah satu petugas lapangan penasun mengaku, pengguna narkoba di wilayah Magelang sendiri terus mengalami peningkatan. Bahkan setiap bulan, pihaknya mendeteksi sekitar 150 pengguna narkoba yang mayoritas pelajar. Diperkirakan masih banyak lagi pengguna narkoba di wilayah ini yang tidak diketahui. 

"Kendala terbesar upaya kami adalah dari para pengguna sendiri yang masih belum terbuka. Tapi kami tetap terus berusaha, kami buat orang percaya terhadap kami terlebih dahulu bahwa apa yang kami lakukan bertujuan positif," papar Vian. 

"Kami ingin menolong para pengguna untuk lepas dari narkoba yang berbahaya. Karena bagaimanapun juga kami juga pernah mengalami itu," lanjutnya. 

Sejauh ini, Vian mengakui, peran serta masyarakat dan Pemerintah Kota Magelang cukup baik. Pendanaan dan partisipasi dalam setiap kegiatan antinarkoba dan penularan HIV/AIDS yang dilakukan Be Positif selalu mendapat kemudahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar