Selasa, 08 Oktober 2013

Obyek Wisata Kaki Dian di Minahasa Utara Tidak Terawat

Menara Kaki Dian, salah satu obyek wisata religi di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, terlihat tidak terawat dan terkesan dibiarkan begitu saja. Padahal menara itu merupakan bangunan replika Kaki Dian tertinggi di dunia.

"Banyak sekali sampah dan di sana sini terlihat coretan yang mengotori dan mengurangi keindahan bangunan ini," ujar Iker, salah satu pengunjung dari Manado, Minggu (6/10/2013).

Selain sampah dan coretan yang mengganggu, lokasi wisata yang terletak di perbukitan Gunung Klabat pada ketinggian sekitar 600 meter tersebut juga tidak tersedia toilet. Dua buah toilet yang ada terlihat rusak berat, sehingga pengunjung yang datang harus mencari celah di semak-semak jika harus terpaksa buang air kecil.

Beberapa bangunan pendukungnya, seperti dua pendopo yang berada di samping kiri kanan menara yang juga menjadi maskot Minahasa Utara itu terlihat tidak terawat. Padahal ketikaKompas.com menyambangi lokasi wisata ini terdapat banyak pengunjung yang masih mendatangi menara lambang rohani tersebut.

Kaki Dian sendiri memiliki tinggi 19 meter dengan dasar menara seluas 8 x 8 meter. Menara Kaki Dian memiliki tujuh cabang lampu sebagaimana lambang dan peralatan rohani yang tercantum dalam Alkitab.

Letaknya yang sangat strategis di perbukitan Gunung Klabat membuat monumen tersebut terlihat dengan sangat jelas dari Airmadidi dan sekitarnya sebagai ibu kota Minahasa Utara. Dari lokasi berdirinya Kaki Dian tersaji pula pemandangan yang tidak kalah indahnya. Pengunjung bisa melihat panorama Kota Manado dan sekitarnya.

Bahkan pemandangan Teluk Manado dan jajaran pulau-pulaunya terlihat dengan sangat jelas dari sini. Demikian pula pemandangan pemukiman penduduk dan pengunungan hijau di daerah Minahasa terpampang dengan sangat indahnya dari Kaki Dian.

Tidak susah mencapai lokasi ini dari Manado. Dibutuhkan waktu sekitar 20 menit berkendaraan untuk sampai di Airmadidi. Dari ruas jalan Manado-Bitung ke titik lokasi Kaki Dian berjarak sekitar 2 kilometer. Sayang lokasi wisata religi ini terkesan terbiarkan setelah dibangun dengan anggaran miliaran rupiah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar