Kamis, 20 September 2012

Keutamaan Al Quran


Sesungguhnya seindah indah cahaya adalah Al Qur’an, dan tiadalah kamu melihat cahaya itu melainkan ia telah menerangi hatimu ketika kamu dalam gelap gulita sedang kamu tiada sadar. ia (Al-Qur’an) merasuk kedalam hati dan diri orang – orang yang beriman, menunjukinya kejalan yang penuh dengan kebenaran, kesucian, kemuliaan sehingga bersihlah hatinya dari sekalian penyakit dalam dirinya. Amatlah ia teramat kasih atas kamu, walau sebahagian kamu berpaling daripadanya karena lebih menyukai kitab (buku-buku) dunia yang selain daripadanya. Ia amat bersedih atas kamu yang tengah gundah gulana, sebab ia dapat menentramkan hatimu, meluruskan jalanmu yang tiada bertepi, melabuhkanmu di samudera yang luas tanpa badai maupun pasang yang dapat menghantam biduk hatimu, karena ia lah sebaik-baik lagi sebenar-benar pelindung bagimu, jika engkau mengetahui.
Sesungguhnya ALLAH Tabaraka wa Ta ‘ala telah menyerui kepada umat nasrani terdahulu yang membenarkan kitab yang ada pada mereka, bahwasanya Al-Qur’an itu adalah daripada ALLAH jua dan hendaklah mereka beriman kepadanya. Sebagaimana Firman ALLAH Ta’ala :
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُواْ بِمَا أَنزَلَ اللّهُ قَالُواْ نُؤْمِنُ بِمَا أُنزِلَ عَلَيْنَا وَيَكْفُرونَ بِمَا وَرَاءهُ وَهُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقاً لِّمَا مَعَهُمْ قُلْ فَلِمَ تَقْتُلُونَ أَنبِيَاءَ اللّهِ مِن قَبْلُ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kepada Al Qur’an yang diturunkan Allah”, mereka berkata: “Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami”. Dan mereka kafir kepada Al Qur’an yang diturunkan sesudahnya, sedang Al Qur’an itu adalah (Kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah: “Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?”. Al-Baqarah : 091.
dan tiadalah yang beriman kepada Al-Qur’an melainkan orang – orang mukminin dan mukminah, muslimin lagi muslimah, tiadalah mereka ingkar akan ayat-ayat ALLAH yang merupakan kalam-Nya lagi perkataan ALLAH itu, melainkan amatlah mereka teramat cinta daripadanya. tiadalah mereka mengambil ibrah dari perjalanan dunia melainkan dengan Al-Qur’an dan tidak pula perihal akhirat melainkan Al-Qur’anlah sepenuhnya penuntun jalan bagi mereka.
Firman ALLAH Ta’ala :
يُؤتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْراً كَثِيراً وَمَا يَذَّكَّرُ إِلاَّ أُوْلُواْ الأَلْبَابِ
Allah menganugrahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur’an dan As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). Al-Baqarah : 269.
Didalam sebuah riwayat dikisahkan :
Abu Umamah r.a. berkata : “Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Qur’an, setelah itu Rasulullah S.A.W memberitahu tentang kelebihan Al-Qur’an.”
Telah bersabda Rasulullah S.A.W : Belajarlah kamu akan Al-Qur’an, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya.”
Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, ” Kenalkah kamu kepadaku?” Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : “Siapakah kamu?”
Maka berkata Al-Qur’an : “Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari.”
Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Qur’an itu : “Adakah kamu Al-Qur’an?” Lalu Al-Qur’an mengakui danmenuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah S.W.T. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya.
Pada kedua ayahdan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : “Dari manakah kami memperolehi ini semua, pada hal amal kami tidak sampai ini?”
Lalu dijawab : “Kamu diberi ini semua kerana anak kamu telah mempelajari Al-Qur’an.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar